Monday, May 6, 2019

Meditasi malam.

Di tengah hiruk pikuknya pengumuman hasil SNMPTN 2019 (yang mana gua ga ikut karena nilai gua yang jeblok) pun di tengah banyaknya ucapan selamat kepada orang-orang yang lolos melalui tahap ini di layar instastory-mu. Atau lebih buruk (dibaca:baik) lagi, melihat temanmu yang mendapatkan kampus yang dia inginkan membuat gua berpikir,


" Kok bisa gua sebodoh ini ?"



Lalu, semua ini membuat gua berpikir lagi dan lagi mencari jawaban dari pertanyaan yang sebenarnya hanya sebuah paradox. Setelah gua pusing memikirkan semuanya, gua mencoba mencari angin segar dengan sedikit keluar rumah. Di persimpangan bertemulah gua dengan beberapa kawan yang sedang asik karaoke di balai bambu buah tangan bapakku (baca pake nada).

Seperti umumnya perbincangan tengah malam yang semakin larut semakin filosofis, ditemani angin malam yang menghembuskan kenangan lama diikuti hembusan asap rokok mereka. 

selalu keluar kata-kata " Santai aja bro, setiap orang kan punya jalan yang beda-beda ", dan selalu gua sambut dengan alibi " Ngga lo ga ngerti ". Dan semua ini membuat bintang yang ada di atas kepala gua berputar terus menerus, sesekali terbesit pikiran " Kayanya gue yang ga ngerti deh ..". 

Gua memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidur malam itu. Esok paginya gua terbangun dengan terus memikirkan hal semalem sembari melihat poster 'The Beatles' yang terpajang di kamar. 


Ngapain lo jadiin keberhasilan orang lain sebagai pembenaran atas  ketidakberhasilan lo. 

Saat itu juga gua angkat tas gua dan memutuskan untuk lanjut belajar untuk persiapan SBMPTN tahun ini.


Share:

0 komentar:

Post a Comment